Latest Post

Mari Memahami Diversifikasi investasi Tambang Nikel di Pulau Obi Sebagai Penghasil Bahan Utama untuk Baterai Kendaraan Listrik

Sistem pembayaran adalah suatu sistem yang mempunyai beberapa lembaga, aturan dan mekanisme yang dilakukan dalam pelaksanaan transfer dana untuk memenuhi setiap kewajiban yang sedang berlangsung dalam suatu kegiatan.

Sistem pembayaran ini digunakan untuk mentransfer dana dari satu pihak ke pihak lain. Sistem pembayaran ini juga erat kaitannya dengan proses pembayaran seperti jasa, barang, tagihan serta pengelolaan piutang dan lain-lain.

Kecanggihan sebuah teknologi tentunya sudah merambah ke dunia bisnis khususnya bisnis online. Hal ini terlihat dari sistem pembayaran yang digunakan. Dengan berkembangnya sistem pembayaran saat ini, baik pengguna maupun pemilik usaha tidak perlu lagi repot mengeluarkan atau menerima uang secara tunai.

Karena kini baik pengguna maupun pemilik bisnis bisa menerima sistem pembayaran non tunai. Sistem pembayaran meminimalkan penggunaan uang tunai sehingga pengguna lebih memilih untuk menyimpan uang dalam dompet digital atau e-wallet.

Dengan kemudahan sistem pembayaran non tunai membuat pengguna beralih menggunakannya. Karena selain praktis dan mudah, keamanan bertransaksi juga sangat terjamin dan mengurangi tindakan kriminal. Berikut jenis sistem pembayaran di Indonesia.

Apa Saja Jenis Sistem Pembayaran yang Anda di Indonesia?

Selain pengertian sistem pembayaran, ada 2 jenis sistem pembayaran, yaitu jenis pembayaran tunai dan jenis pembayaran non tunai. Untuk memahami keduanya, berikut penjelasannya.

  1. Sistem Pembayaran Tunai

Sistem pembayaran tunai seperti uang merupakan alat pembayaran yang paling krusial bagi masyarakat. Dengan uang ini Anda bisa melakukan setiap transaksi, seperti berbelanja ke pasar, ke pusat perbelanjaan, membeli makanan, dan lainnya.

Selain itu, sistem pembayaran tunai ini juga mencakup uang fisik yang terdiri dari mata uang dan koin. Walaupun mata uang ini sering digunakan untuk transaksi konvensional, jenis uang tunai ini mempunyai kekurangan.

Misalnya, ketika Anda membeli suatu produk, dan jumlah uang tunai yang Anda berikan besar, mungkin beberapa penjual akan kesulitan memberikan uang kembalian kepada Anda.

Selain itu, resiko finansial dalam menjalankan sistem pembayaran tunai juga cenderung banyak dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab yang melakukan penipuan karena pemalsuan uang dan juga tindakan kriminal berupa pencurian.

  1. Sistem Pembayaran Non Tunai

Sistem pembayaran non tunai bisa berupa kartu atau aplikasi yang menyediakan barcode scanning. Dalam melakukan pembayaran non tunai cenderung lebih efisien karena jenis penggunaannya bersifat personal dan saat melakukannya Anda hanya perlu menggesek atau memindai dalam waktu kurang dari 1 menit.

Jenis sistem pembayaran nontunai adalah cek, giro, kartu debet, kartu kredit, dan lain-lain. Selain itu, sistem pembayaran nontunai juga mempunyai banyak manfaat dan kelebihan. Salah satunya adalah mempunyai sifat yang sangat praktis.

Dengan menggunakan sistem pembayaran non tunai ini, Anda tidak perlu lagi membawa uang tunai dalam jumlah besar, karena semuanya tersimpan dengan aman di dompet atau kartu elektronik Anda.

Di Indonesia sendiri, tren pembayaran menggunakan sistem pembayaran nontunai tentu semakin meningkat. Apalagi dengan adanya mekanisme pembayaran elektronik atau e-payment pada platform digital. Melakukan jenis pembayaran dan tagihan bisa menggunakan gadget.

Mengingat banyaknya metode pembayaran yang tersedia, pelaku bisnis seperti Anda perlu menyesuaikan sistem pembayaran mereka untuk mengakomodasi kebutuhan pelanggan. Tanpa harus membuka banyak rekening bank, kartu kredit, atau e-wallet, Anda bisa memberikan metode pembayaran sesuai preferensi pelanggan melalui layanan payment gateway Midtrans.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *